Wednesday, November 28, 2007

Ampuh bin Mujarab

Bo..at....! Bo..at....! eh O..baaat! O..baaat! Itulah kira-kira yang sering keluar dari mulut penjual obat keliling. Biasanya mereka menyajikan obat siap minum ataupun siap untuk dimasak. Mulai dari obat sakit kepala, flu, batuk, nyeri otot sampai obat sakit hati. He..he..he.. Semuanya ada. Mirip lagunya Project-P “aya.. aya toko sagala aya, di dalamnya dijamin komplit kalau melagi aya...”
Ini bukan tentang tukang obat keliling yang biasa kita saksikan. Juga bukan tentang toko sagala aya-nya Project-P. Tapi ini tentang promosi obat yang dijamin ampuh bin mujarab. Semua penyakit yang ada dijamin bisa sembuh. Nggak percaya? Mau tau?

Silakan simak!
Obat ini merupakan obat yang spesial dibuat oleh yang membuatnya. Dengan maksud, yang tentunya untuk menyembuhkan segala penyakit manusia juga gejala-gejalanya. Lebih lanjut, obat ini, menurut pembuatnya sendiri lho, mempunya komposisi sebagai berikut: 100% Vikira neislamie, 100% Verasa aneislamie, 100% Pheratur aneislamie, Qholivah phim pinane dan 100% Undange sya riiah. Bahan-bahan ini sengaja disajikan dengan sempurna untuk bukan hanya mengobati, tapi juga untuk menjaga tubuh dari segala penyakit. Itu pasti!
Penyakit dengan indikasi kepala pusing karena permasalahan umat yang bercabang-cabang, nggak berujung. Atau kurang darah karena penghisapan drakula kafir imperialis atas negeri-negeri Islam. Juga pikiran kacau karena terinfeksi virus pemahaman-pemahaman kufur. Atau jantung berdebar-debar menyaksikan kehormatan dan nyawa kaum Muslimin direnggut kaum kafirin dengan keji. Dan rasa gelisah yang berkepanjangan saat menyaksikan kemungkaran individu dan sistem yang terus menerus berkembang tanpa henti. Obat ini sangat cocok untuk itu. Untuk mengobati semua penyakit di atas.
Akan tetapi, karena obat ini begitu spesial dan langka, maka akan sangat terlihat kontradiksi yang sangat hebat bila diberikan kepada penderita kronis marxis or sosialis, atau complikasi cyntadunia-wedymathie juga pengidap cacar capitalism-seculerism. Obat ini juga bisa mendatangkan efek samping yang tidak kalah hebatnya. Namun justru itu akan menambah keampuhannya. Diantaranya saja, dibenci para Munafikin serta dimusuhi Alkafirun. Untuk itu, agar obat ini terlihat keampuhnya, harus diminum sekaligus selama 24 jam sehari. Alias setiap saat. Bila tidak, jangan harap penyakit dalam tubuh akan sembuh. Dan kami tidak bisa menjami kalau terjadi apa-apa pada tubuh Anda.
Selain memberi kesembuhan, obat ini memiliki keistimewaan-keistimewaan yang tidak dimiliki oleh obat-obat lain yang ada di muka bumi ini. Keistimewaan obat ini, kami bisa jamin, akan membuat hati menjadi tentram. Karena dia sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal. Selain itu, obat ini juga mampu memberikan kebahagiaan dunia-akhirat serta menjamin penggunanya masuk surga. Inysa Allah.
Bukan sulap, bukan juga sihir. Ini asli, bukan echo. Obat ini pernah digunakan dengan begitu gemilang selama lebih dari 13 abad. Kurun waktu yang tidak pernah ada obat lain yang mampu menandinginya. Selain itu, obat ini juga memberi jaminan 100% ampuh. Karena Sang Pembuatnya telah menjanjikan itu. Dan JanjiNya adalah pasti. Nah, jangan tunda-tunda lagi. Segera minum. Tapi, hati-hati, obat ini berbahaya bila dikonsumsi tanpa petunjuk. Apalagi kalau dicampur dengan obat atau solusi lain. Bisa berakibat fatal pada tubuh. Nah lho! Tunggu apa lagi?

Tuesday, November 27, 2007

Kekayaan, Kesuksesan, dan Kasih Sayang

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut". Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?" Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar". "Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini". Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan. "Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita." Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. "Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga? Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Kapitalisme Ideologi Kufur dan Rusak

Kapitalisme adalah ideologi atau sistem yang lahir dari doktrin sekuler yang diambil oleh orang-orang Eropa sesudah keluarnya gereja dari dunia politik. Satu konsep fundamental dari faham sekularisme adalah menjamin setiap manusia akan kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan kepemilikan dan kebebasan perilaku.
Dari prinsip kebebasan kepemilikan inilah lahir sistem ekonomi kapitalis. Demokrasi, atau konsep kedaulatan rakyat, sebagai sistem politik merupakan cabang dari aqidah sekuler, tetapi sistem politik ini tidak menonjol dibandingkan dengan sistem ekonomi dalam negara sekuler. Meskipun dalam teori demokrasi, hak membuat undang-undang diserahkan kepada rakyat, namun siapapun yang memiliki kekuatan ekonomilah yang sebenarnya memegang kekuasaan (politik).
Sistem Kapitalis yang dipraktekan pemerintah Barat, membuat politik Barat hampir sepenuhnya digerakkan oleh faktor ekonomi. Dari pemikiran ekonomi Kapitalis lahirlah konsep mengejar keuntungan dan bunga yang maksimal bagi individu dan masyarakat. Demikianlah konsep yang menggerakkan sistem politik Barat termasuk pula dalam politik luar negerinya.
Demokrasi tidak hanya diklaim oleh aqidah sekuler, Komunisme juga mengklaimnya sebagai bagian dari sistem mereka dengan pemerintahan dari rakyat. Walhasil, dengan cermat kita bisa mengatakan sistem yang berasal dari Barat ini adalah Kapitalisme dengan faham sekuler sebagai dasarnya.

Kegagalan Kapitalisme
Presiden Bush senior dalam pidato kenegaraanya pada tahun 1991 menginginkan tegaknya tatanan dunia baru dengan Amerika sebagai pemimpinya, dan Amerika berusaha mengikat dunia dengan ide tersebut.
Setelah itu, Komunisme mengalami keruntuhan, dan Kapitalisme telah memenangkan pertarungan ideologis, dan ini membuat Amerika sebagai satu-satunya negara adidaya.
Dalam waktu yang sama, orang Islam yang telah terbaratkan – melalui pendidikan – dicuci otaknya agar mereka meyakini bahwa dengan kebangkitan Kapitalisme, Eropa telah meninggalkan tekanan, stagnasi, dan kegelapan hukum Kristen menuju cahaya kebangkitan dan revolusi industri, dan ide ini pula yang akan mengeluarkan dunia Islam dari tirani dan tekanan hukum Islam ke dalam “cahaya kemajuan”.
Hanya sedikit dari anak-anak kaum muslimin yang mengetahui bahaya Kapitalisme Barat yang secara samar disembunyikan. Sebenarnya sifat ideologi Kapitalisme dapat dilihat dari philosufi (ide dasar) yang membuatnya maju dan rumusan yang kami miliki sekarang.
Philosuf Inggris Herbert Spencer telah merumuskan sebuah konsep yang dia sebut survival fittest (seleksi alam: kata yang Darwin gunakan untuk menjelaskan evolusi makhluk hidup). Spencer yakin bahwa konsep yang dikemukakannya itu telah menjadi sesuatu yang wajib dalam prinsip ekonomi sehingga dapat membawa yang lemah kepada kehancuran. Inilah fakta yang menjadi rahasia kekuatan Kapitalisme dalam melenyapkan yang lemah.
Dia yakin bahwa prinsip ekonomi (dalam Kapitalisme) ini akan memperbanyak manusia yang melakukan suatu kegiatan ekonomi yang lebih kejam. Dalam pandangan Spencer, semua perbaikan kesejahteraan masyarakat (dalam konteks Kapitalisme) hanya akan memperpanjang dan memperluas egony manusia dengan peningkatan jumlah penduduk yang akhirnya mati kelaparan.
Pemikiran yang ditunjukkan Kapitalisme sebagai sebuah ideologi didasari oleh eksploitasi, kompetisi dan kezhaliman. Pandangan yang berdasarkan pada siapa yang kuat diantara pemikir Kapitalisme Barat adalah Niccolo Machiavelli (1469-1527 M) dengan falsafahnya “kekuatan adalah kebenaran.”
Begitu gemerlapnya peradaban Barat sehingga di atas permukaannya tidak nampak masalah, tetapi peradaban Barat sebenarnya mengalami pergolakan besar di dalam dirinya dengan meledaknya angka kejahatan, penyimpangan sosial yang tak dapat dikendalikan, degradasi moral, eksplotasi ekonomi, kemunafikan politik, dll.
Negara-negara yang menganut Kapitalisme telah mengekploitasi secara kejam dan melakukan penjajahan sehingga menciptakan suatu kondisi terhadap dunia ketiga yang tenggelam dalam perbudakan ekonomi Barat. Hal demikian merupakan sebuah catatan yang menyedihkan dan merupakan suatu fakta: Kapitalisme mengalami kegagalan.
Karena Kapitalisme membuat segala hal bisa dimiliki individu, sehingga manusia berada dalam kekeliruannya dengan memperebutkan sumber-sumber dunia dengan cara (kebiasaan) yang serupa dengan binatang di hutan (maksudnya hukum rimba).
Doktirn Kapitalis seia-sekata dengan “siapa saja dapat memperoleh kepemilikan apa saja, seperti barang-barang mewah dan sumber daya alam”. Konsep kebebasan berusaha, atau kebebasan individu dalam memperoleh kepemilikan apa saja dengan cara apapun, muncul dari pemikiran ini, dan Kapitalisme memuja-muja konsep ini, sebagai formula rahasia di balik kesuksesan sistem ekonominya.

Friday, November 23, 2007

Saturday, November 17, 2007

DILEMA PEMBERANTASAN PEMBAJAKAN SOFTWARE DI INDONESIA

Pendahuluan
“Indonesia adalah surga para pembajak”. Demikian judul tulisan berita pada salah satu media di negeri ini beberapa bulan lalu. Hal ini tidak berlebihan, mengingat untuk tingkat pembajakan software, negeri ini mempunyai ‘prestasi’ tersendiri. Berdasarkan data studi IDC yang disponsori Business Software Alliance (BSA), untuk tahun 2005, Indonesia menempati peringkat tiga besar negara pembajak software tertinggi setelah Vietnam dan Zimbabwe yang masing-masing 90 persen. Peringkat tersebut untungnya turun pada tahun 2006 menjadi posisi 8 dalam pembajakan piranti lunak di dunia. Berdasarkan studi tersebut, tingkat pembajakan software di Indonesia pada akhir tahun 2006 adalah 85%. Angka itu turun 2 persen dari tahun sebelumnya (akhir 2005) yaitu 87 persen.
Pembajakan software yang cukup tinggi sebenarnya sudah berlangsung lama. Agaknya kebanyakan rakyat di negeri ini lebih senang menggunakan produk bajakan daripada produk originalnya.
Idealnya memang, pembajakan software tersebut harus diberantas. Akan tetapi dengan melihat secara menyeluruh kondisi-kondisi yang melatarbelakanginya maka untuk memberantas pembajakan software di Indonesia sebenarnya tidaklah semudah dan sesederhana yang dibayangkan, sebab kalaupun pembajakan berhasil dibasmi sampai ke titik nol, maka bukan berarti pula tidak ada kerugian dan efek sosial yang harus ditanggung.
Tulisan ini mencoba untuk mengkritisi hal-hal yang melatarbelakangi tingginya tingkat pembajakan software, akibat-akibat yang ditimbulkan, dan solusi arif yang win-win solution untuk memberantas pembajakan software di Indonesia.

Dilema yang dihadapi
Mau tidak mau harus diakui, bahwa ketika dihadapkan pada tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia kita berada pada kondisi yang dilematis.
Di satu sisi kita harus mengakui bahwa pembajakan software adalah perbuatan yang kurang beretika. Dengan menggunakan produk bajakan, maka berarti tidak ada penghargaan sama sekali terhadap hasil karya orang lain. Disini agaknya kita perlu juga sedikit berempati, yaitu bagaimana perasaan kita sendiri kalau hasil karya yang telah kita buat dengan susah payah, akan tetapi kemudian digunakan dengan ‘tanpa permisi’ oleh orang lain. Selain itu, semakin banyak keping CD software bajakan yang digunakan maka semakin banyak pula negara kehilangan kesempatan untuk memperoleh pemasukan pajak dari pembelian software yang original.
Akan tetapi jika kita melihat sisi lain, maka seolah-olah kita dipaksa untuk mentolerir tindakan pembajakan software tersebut, dan menganggapnya sebagai hal yang wajar-wajar saja terjadi di Indonesia mengingat harga software asli yang sangat tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat, sedangkan untuk mendapatkan sebuah software bajakan cukup dengan menyediakan sebuah CD/DVD blank seharga dua atau tiga ribu rupiah saja.
Maraknya peredaran software-software bajakan bukannya tidak mendatangkan manfaat. Tanpa adanya software-software bajakan, maka tentu tidak akan banyak orang yang ahli dalam pengoperasian software seperti sekarang. Sarjana-sarjana komputer dan informatika boleh jadi sebagian besarnya mahir berbagai macam software berkat adanya software bajakan. Bahkan boleh jadi dengan disadari ataupun tanpa disadari sebenarnya kita pun jadi melek komputer karena software bajakan. Kebanyakan lembaga-lembaga pelatihan komputer, warnet-warnet, bahkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sebagian besarnya telah dan masih menggunakan software-software bajakan ini. Alasannya sudah barang tentu, karena software-software bajakan ini murah meriah dengan kualitas yang kebanyakannya malah sama persis dengan yang aslinya.
Maka dapat dibayangkan kalau peredaran software-software bajakan tersebut benar-benar diberantas sampai keakar-akarnya dan sampai ke titik nol, maka para pengguna komputer dengan kemampuan ekonomi pas-pasan akan menjerit, karena tidak mampu membeli software original yang harganya selangit.
Tapi harus pula diakui bahwa selain ada manfaatnya, pembajakan software yang tinggi telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Menurut Jeffrey J. Hardee, Vice President and Regional Director, Asia Business Software Alliance mengutip perkiraan IDC, bahwa dengan penurunan pembajakan 10 poin saja akan menghasilkan pertumbuhan industri IT lebih dari 4.2 triliun dolar AS hingga tahun 2009 mendatang. Penurunan pembajakan dari 87 persen hingga 77 persen akan mampu menambah laju perekonomian sebesar 3.4 triliun dolar AS, memberi peluang 3000 lapangan kerja baru, dan meningkatkan penghasilan industri lokal lebih dari 1.5 juta dolar AS. Keuntungan ini akan sejalan dengan peningkatan pajak sedikitnya 153 dolar juta AS.
Selain itu, apabila pembajakan software dapat diberantas, maka potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pertumbuhan software lokal akan jauh lebih besar daripada nilai ekonomi yang didapat dari pembajakan. Tumbuhnya industri software ini pada gilirannya akan menghasilkan efek domino yang menguntungkan berupa munculnya industri jasa, konsultan, dan pendidikan yang mendukungnya.

Penyebab-penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia
Untuk dapat menentukan langkah-langkah yang tepat dalam memberantas pembajakan software di Indonesia, perlu dilihat terlebih dahulu faktor-faktor penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Rendahnya penegakan hukum atas perlindungan hak kekayaan intelektual
Di Indonesia sebenarnya telah ada regulasi terkait dengan pembajakan software. Pada tahun 2002 misalnya, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Hak Cipta yang baru, yaitu Undang Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002. Berdasarkan pasal 72 ayat (3) Undang-Undang Hak Cipta tersebut, penggunaan program komputer untuk kepentingan komersial merupakan tindakan pidana yang dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.
Akan tetapi kalau dilihat dari praktek implementasinya, hanya sedikit dari banyak kasus pembajakan yang berakhir dengan vonis di pengadilan. Menurut Marzuki Usman, mantan Menteri Negara Investasi dan Kepala BKPM, bentuk hukuman yang diberikan kepada para pembajak software saat ini belum mampu menimbulkan efek jera. Selain itu, penegakan hukum belum dilakukan merata sehingga belum tercipta iklim persaingan yang setara dalam industri teknologi informasi. Kesadaran para pengguna produk IT untuk menghargai kekayaan intelektual juga bisa dikatakan masih kurang.
Karena rendahnya penegakan hukum atas pembajakan software tersebut, maka Indonesia pernah dimasukkan dalam daftar priority watch list United States Trade Representative (USTR) sehingga sedikit menghambat perdagangan ke AS. Pembajakan yang tinggi juga akan terus mencoreng muka Indonesia di WTO yang bukan tidak mungkin menjatuhkan sanksi ekonomi karena hal ini.
Rendahnya perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual merupakan salah satu penyebab tidak berkembangnya industri software lokal di Indonesia. Dalam hal ini, tidak tercipta iklim di mana para developer termotivasi untuk selalu menciptakan sesuatu yang baru.

2. Rendahnya daya beli masyarakat atas software original
Maraknya pembajakan juga disinyalisasi karena rendahnya daya beli masyarakat terhadap produk IT. Bahkan kalau dibandingkan dengan penyebab-penyebab yang lain, sebenarnya inilah penyebab utama tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia.
Harga software komputer original bagi sebagian besar rakyat di negeri ini masih dianggap gila-gilaan. Sebagai gambaran, harga sebuah CD software system operasi Windows keluaran Microsoft dibandrol dengan harga sekitar Satu Juta Rupiah. Belum lagi harga tambahan yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan paket-paket aplikasi seperti Microsoft Office misalnya, maka kita kembali harus merogoh dompet dengan besaran yang kurang lebih sama dengan harga system operasi Windows tadi.
Sementara pada saat yang sama, CD-CD software bajakan dapat dengan mudah didapatkan baik dengan meminjam, membeli ataupun menyewa dengan harga hanya beberapa ribu rupiah saja. Soal kualitas, jangan ditanya. Sebagian besarnya sama persis dengan software aslinya. Dengan kondisi demikian, sudah dapat dipastikan sebagian besar user dengan kemampuan ekonomi pas-pasan lebih cenderung untuk memilih menggunakan software bajakan ketimbang software original.

3. Belum populernya penggunaan software open source
Sebenarnya untuk mendapatkan software computer tidak mesti harus mengeluarkan biaya yang mahal. Bahkan tidak sedikit software computer yang sifatnya open source, artinya bisa didapatkan dengan gratis dengan mendownloadnya di website resminya, dan bebas untuk digunakan maupun digandakan tanpa perlu takut dituduh sebagai pembajak. Contohnya misalnya seperti system operasi LINUX yang terkenal itu.
Akan tetapi software-software yang open source itu sampai sekarang masih kalah populer dengan software-software komersial keluaran Microsoft, Adobe, Macromedia, dan yang lainnya. Sebagian besar user lebih merasa nyaman dan familiar menggunakan software-software komersial tersebut ketimbang menggunakan software-software yang open source. Hal ini karena memang tidak mudah merubah kebiasaan penggunaan dari software ke software yang lain.
Selain itu memang harus diakui kemampuan software-software open source, meskipun tidak semua, masih belum mampu menandingi kemampuan software-software komersial, karena memang software-software open source dikembangkan oleh para programmer-programmer di waktu senggang saja sebagai hobby dan tidak berorientasi profit.
Tambahan lagi masih belum kompatibelnya output file aplikasi yang dibuat dengan program open source dengan program komersial. Misalnya file yang dibuat dengan system operasi LINUX ternyata tidak dapat dibuka pada komputer dengan system operasi Windows.
Hal-hal tersebut diatas mengakibatkan sebagian besar pengguna komputer masih lebih senang menggunakan program yang komersial walaupun bajakan, ketimbang menggunakan program yang open source meskipun gratis dan legal.

4. Adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari pembajakan software
Bagi segelintir orang, software-software bajakan justru menjadi lahan bisnis untuk mengeruk keuntungan. Lihat saja berapa banyak pedagang software bajakan yang dengan mudahnya dapat diitemui mulai lapak-lapak hingga mal.
Rasa kemanusiaan terhadap para pedagang kecil inilah yang kadang-kadang terlalu ditoleransi para aparat bahkan bukan tidak mungkin menjadi sumber komoditi baru pemilik lahan atau pungutan liar baik oleh oknum aparat maupun preman. Inilah salah satu bentuk benang kusut upaya pemberantasan pembajakan di Indonesia.

5. Pembuatan software tanpa defender pembajakan
Sebenarnya proses pembajakan software juga tidak semudah yang dibayangkan. Ketika sebuah software akan dibajak, maka terlebih dahulu harus dipecahkan sandi penginstalannya, yang dalam bahasa para pembajak disebut dengan istilah ‘crack’. Setelah software tersebut di-crack, maka barulah software tersebut dapat digandakan secara massal.
Kelemahan kebanyakan dalam produksi software adalah mudahnya software tersebut di-crack oleh para pembajak, sehingga pembajakan secara massal atas software tersebut tidak dapat dibendung lagi.

Solusi Pemberantasan Pembajakan di Indonesia
Menghadapi tingkat pembajakan software yang sudah sedemikian parah, maka kiranya perlu ada beberapa langkah yang harus melibatkan semua pihak, baik software vendor, pemerintah, maupun para pengguna software komputer, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bagi para vendor/produsen software, hendaknya tidak memukul rata para konsumennya, akan tetapi perlu dilihat kemampuan daya belinya. Apabila software-software tersebut akan dipasarkan di Negara-negara berkembang bahkan miskin dengan tingkat daya beli masyarakat yang rendah, maka perlu diupayakan agar software tersebut dijual dengan harga yang tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.
Alternatif ini perlu kiranya dipertimbangkan oleh para produsen software, sebagai wujud kepedulian sosial mereka terhadap para pengguna komputer dan jangan berorientasi profit semata. Konsekuensinya sudah barang tentu, mereka harus bersedia untuk menurunkan target laba penjualan per unit software. Akan tetapi meskipun demikian, dapat dipastikan angka penjualan software original mereka akan meningkat.

2. Masih terkait dengan langkah pertama diatas, pemerintah juga perlu untuk menurunkan tarif pajak atas software original agar harganya terjangkau oleh para pengguna komputer, karena penyebab tingginya harga software original, karena disamping tingginya royalty yang ditetapkan oleh vendor software juga karena adanya pajak dari pemerintah.
Sama seperti solusi pertama diatas, maka solusi ini lebih pada pertimbangan sosial, karena pada kenyataannya keberadaan software sudah merupakan sebuah kebutuhan yang cukup penting, akan tetapi tidak semua orang mampu untuk membelinya.
Dengan penurunan tarif pajak maka berarti memang ada penurunan pendapatan pajak per unit software original akan tetapi kuantitas penjualan software original dapat diharapkan naik sehingga pada gilirannya penerimaan pemerintah dari pajak penjualan software original juga akan naik.

3. Agar para pembajak tidak dapat leluasa melakukan pembajakan, maka para vendor software perlu mengupayakan cara agar software-software produk mereka tersebut memiliki perlindungan atau pengaman dari pembajakan.
Selama ini software-software yang diproduksi mudah sekali di-crack untuk kemudian dibajak secara massal. Dengan langkah ini maka sebuah software dijamin tidak akan bisa dibajak, sepanjang para pembajak tidak menemukan cara untuk meng-crack software tersebut.
Namun sekali lagi bahwa kalaupun para vendor software sudah berhasil menemukan sebuah cara agar produk softwarenya tidak bisa dibajak, maka mereka hendaknya tetap memperhatikan solusi pertama yaitu jangan sampai melupakan aspek sosial, yaitu masih banyak pengguna komputer dengan ekonomi pas-pasan yang dapat dipastikan tidak akan mampu membeli software original apabila dijual dengan harga yang cukup tinggi.

4. Perlu pengembangan lebih jauh terhadap program-program open source, supaya dikenal dan digunakan masyarakat secara luas, termasuk pula peningkatan kemampuannya supaya kompatibel dan setara dengan software-software yang komersial.
Akan tetapi yang harus disadari bahwa penggunaan software open source ini tidak serta merta menyelesaikan masalah pembajakan, karena dengan penggunaan software open source sama saja berarti Negara kehilangan kesempatan untuk memperoleh pemasukan pajak dari penjualan software original.
Penggunaan software open source ini hanyalah sebagai wujud penerapan etika pada masing-masing pengguna komputer, yaitu daripada tidak menghargai sama sekali hasil karya orang lain dengan menggunakan software bajakan, maka lebih baik menggunakan software-software open source yang disamping legal juga bisa didapatkan dengan gratis.

5. Perlu digalakkan kampanye anti pembajakan serta penerapan sanksi hukum yang tegas bagi para pembajak supaya menimbulkan efek jera, karena jelas-jelas merugikan vendor software maupun Negara.
Kalau kita perhatikan memang selama ini sosialisasi anti pembajakan khususnya software masih sangat rendah di Indonesia. Akibatnya, lihat saja para pedagang-pedagang software bajakan yang ‘enjoy-enjoy’ saja dan boleh jadi sama sekali tidak menyadari bahwa perbuatan mereka telah merugikan banyak pihak.
Begitu juga dengan penerapan hukum, meskipun peraturan-peraturan terkait dengan pembajakan software ini telah ada akan tetapi law enforcement-nya masih lemah. Sehingga fakta yang tampak dimana beberapa kasus pembajakan yang berujung pada vonis di pengadilan lebih merupakan fenomena gunung es. Masih banyak pihak-pihak yang terlibat dalam pembajakan software yang sampai sekarang tidak tersentuh hukum sama sekali.
Dengan berhasilnya ditanamkan kesadaran untuk tidak menggunakan software bajakan disertai dengan sanksi hukum yang tegas terhadap pembajakan software maka kita dapat berharap pembajakan software dapat ditekan sebagaimana yang ada di China maupun India yang telah berhasil menurunkan tingkat pembajakan sehingga industri software disana berkembang dengan pesat.

6. Bagi para pengguna yang telah terlanjur memiliki software-software bajakan tersebut, hendaknya mencukupkan penggunaan software tersebut untuk kepentingan pribadi saja, dan tidak mengkomersilkan software tersebut untuk mengeruk keuntungan pribadi.
Solusi ini memang tidak terlalu diharapkan akan tetapi ini ini merupakan sikap yang memberikan efek kerugian terkecil dari beberapa tindakan terkait dengan pembajakan software. Hal ini karena setelah sebuah software berhasil di-crack, maka penggandaan software tersebut tidak dapat dikendalikan lagi karena setiap orang yang mempunyai PC dengan CD/DVD RW dapat menggandakan software tersebut baik untuk kepentingan pribadi saja ataupun untuk kepentingan komersial seperti disewakan ataupun dijual kembali. Dari beberapa kemungkinan tadi jelas bahwa yang menimbulkan kerugian terkecil adalah apabila pemilik software bajakan tersebut hanya mencukupkan untuk keperluan pribadinya saja.

LANGKAH TERBAIK UNTUK DILAKUKAN
Setelah melihat secara menyeluruh berbagai faktor penyebab tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia, maka dapat kita simpulkan bahwa untuk menyelesaikannya harus melibatkan banyak pihak baik para vendor software, pemerintah maupun masyarakat. Dan oleh karenanya solusi-solusi yang ditawarkan diatas merupakan solusi integral, yang harus dilakukan secara bersamaan dan kait mengkait satu dengan yang lain.
Akan tetapi walau bagaimanapun, karena perkara pembajakan software ini merupakan masalah etika, maka penentu utamanya kembali terpulang kepada individu-individu kita masing-masing untuk menentukan pilihan yaitu menghargai hasil karya orang lain dengan membeli software original ataukah tidak menghargai sama sekali hasil karya orang lain dengan membeli software bajakan.

Lg di duta mall


Lg di duta mall

Wednesday, November 14, 2007

PENERAPAN TEKNIK AUDIT BERBANTUAN KOMPUTER (TABK) –

PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi informasi telah mengubah cara perusahaan dalam mengumpulkan data, memproses dan melaporkan informasi keuangan Oleh karena itu auditor akan banyak menemukan lingkungan dimana data tersimpan lebih banyak dalam media elektronik dibanding media kertas. Auditor harus menentukan bagaimana perusahaan menggunakan system teknologi informasi untuk meng-inisiasi, mencatat, memproses dan melaporkan transaksi dalam laporan keuangan.
Sebenarnya tidak ada perbedaan konsep audit yang berlaku untuk system yang kompleks dan system manual, yang berbeda hanyalah metode-metode spesifik yang cocok dengan situasi system informasi akuntansi yang ada. Pemahaman ini diperlukan dalam rangka mendapatkan pemahaman internal control yang baik agar dapat merencanakan audit dan menentukan sifat, timing dan perluasan pengujian yang akan dilakukan.
Statement on Auditing Standar (AICPA) dan Standar Profesional Akuntan Publik (IAI) juga mengatur masalah ini. Beberapa item dalam standar audit tersebut mengatur tata cara audit dalam lingkungan system informasi berbasis computer. Menurut standar pada dasarnya auditor keuangan melakukan pengujian berikut:
1. Uji kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku (otorisasi, kelengkapan, keakuratan)
2. Uji Substantif (Uji terhadap transaksi dan hasil pengolahan),
3. Pengolahan kembali transaksi dalam prosedur pengujian kepatuhan atau substantive.
Tentunya luasnya pengujian terkait dengan resiko deteksi yang dapat diterima oleh auditor. Jenis dan luas pengujian tidak tergantung besarnya perusahaan tetapi ditentukan oleh kompleksitas lingkungan TI yang ada seperti luasnya system on-line yang digunakan, tipe dan signifikansi transaksi keuangan, serta sifat dokumen/database, serta program yang digunakan.
Pengaruh terbesar penggunaan teknologi informasi sebagai perangkat yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan informasi sebagai objek data diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Perubahan bentuk informasi sebagai bukti audit dari informasi yang menggunakan kertas (visual) menjadi bentuk elektronik (non visual) yang tersimpan dalam media penyimpanan computer.
2. Perubahan bentuk bukti audit tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi cara memperoleh bukti audit dan cara mengevaluasi bukti audit yang telah diperoleh tersebut.
3. Volume data yang tersimpan pada sebuah perusahaan, apalagi perusahaan multinasional, misalnya telah mencapai ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai kapasitas terra byte, bahkan mungkin penta byte.
4. Perubahan jejak audit, yakni suatu mekanisme yang memungkinkan pelacakan kronologis suatu transaksi dari awal sampai akhir ataupun sebaliknya.
5. Adanya perubahan struktur pengendalian internal perusahaan, terutama yang berkaitan dengan pengolahan data.
Seluruh bentuk pengaruh diatas menjadikan Teknik Audit Berbantuan Komputer sebagai suatu keharusan bagi Kantor Akuntan Publik, apabila ingin memberikan pelayanan terbaik pada klien-kliennya, dengan pekerjaan audit yang berkualitas, tepat waktu, serta adanya efisiensi biaya dan tenaga dalam pengerjaan audit.
Secara umum, Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) adalah setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. TABK/CAATT dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data. Dengan kata lain TABK/CAAT merupakan perangkat dan teknik yang digunakan untuk menguji (baik secara langsung maupun tidak langsung) logika internal dari suatu aplikasi komputer yang digunakan untuk mengolah data.
Apabila auditor memilih menggunakan teknik audit berbantuan komputer, maka auditor dapat memilih pendekatan yang digunakannya, yaitu apakah untuk melakukan pengujian aplikasi ataukah melakukan pengujian substantif.
Apabila auditor memilih untuk melakukan pengujian aplikasi, maka ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah:
1. Test Data
Metode ini menggunakan data masukan yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari perangkat lunak aplikasi auditan. Hasil pemrosesan data tersebut akan dibandingkan dengan ekspektasi auditor. Jika ada hasil yang tidak sesuai, mungkin ini suatu indikasi penyimpangan logika atau mekanisme pengendalian.
2. Integrated Test Facility (ITF)
Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.
3. Parallel Simulation (PS)
Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang sedang diuji.
Sedangkan untuk melakukan pengujian substantif (misalnya detail transaksi atau saldo perkiraan), maka auditor dapat memilik teknik:
1. Embadded Audit Module (EAM)
Merupakan suatu teknik dimana satu atau lebih modul program tertentu dilekatkan di suatu aplikasi untuk mencatat secara tersendiri serangkaian transaksi yang telah ditentukan ke dalam file yang akan dibaca oleh auditor
2. Generalized Audit Software (GAS)
Adalah pendekatan yang menggunakan suatu perangkat lunak tertentu yang dimanfaatkan untuk menyeleksi, mengakses, mengorganisasikan data untuk kepentingan pengujian substantif. Pendekatan ini memungkinkan auditor untuk mengakses dan mengambil berbagai file data ke dalam computer untuk kemudian melakukan berbagai pengujian yang diperlukan. Pendekatan ini merupakan teknik yang paling populer karena relatif lebih mudah karena tidak diperlukan kemampuan teknik komputasi yang cukup mendalam.
Apabila dilihat dari sisi proses pengujian logika internal suatu aplikasi, maka teknik test data, ITF, PS dan EAM merupakan teknik-teknik pengujian logika internal aplikasi secara langsung sedangkan teknik GAS merupakan suatu teknik pengujian tidak langsung. GAS disebut dengan teknik pengujian tidak langsung karena lebih cenderung untuk mengambil output dari aplikasi untuk kemudian diolah kembali untuk diuji apakah output itu sesuai dengan kriteria pengujian yang ditentukan. Makalah ini khusus membahas penggunaan TABK/CAAT berbasis GAS yang biasa digunakan oleh Kantor Akuntan Publik, terutama Kantor Akuntan Publik Besar yang memang sangat membutuhkan penggunaan teknik ini untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan audit mereka.

FUNGSI GENERALIZED AUDIT SOFTWARE
Secara umum, terdapat beberapa fungsi dari GAS, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Membuat perhitungan-perhitungan dan melakukan verifikasi atas perkalian dan penjumlahan.
2. Memeriksa catatan untuk mengetahui kualitas, kelengkapan, konsistensi dan ketepatannya.
3. Mengikhtisarkan atau mengurutkan data dan melakukan analisis data, berikut mengidentifikasi urutan-urutan yang hilang
4. Memilih sampel audit secara valid.
5. Mencetak permintaan konfirmasi.
6. Membandingkan data yang diperoleh melalui prosedur audit lainnya dengan catatan perusahaan. Dapat pula dibandingkan data-data pada file yang terpisah.
7. Membuat stratifikasi data.
8. Membuat analisa-analisa statistik.
9. Pembuatan grafik dan pivot tables.

KEUNTUNGAN AUDIT DENGAN MENGGUNAKAN GAS
Terdapat beberapa keuntungan audit menggunakan software, diantaranya adalah sebagai berikut:
· Software-software GAS tersebut kebanyakan merupakan sistem yang independen dan yang digunakan adalah file dengan jenis read-only copy (hanya dapat dibaca, tapi tidak dapat diubah) sehingga dapat mencegah kerusakan data akibat pengeditan ataupun penghapusan.
· Memberikan dokumentasi dari setiap pengujian yang dilakukan dalam software tersebut yang dapat digunakan sebagai dokumentasi pelengkap dalam kertas kerja audit.
· Penghematan biaya dan tenaga (efisiensi) dalam audit, terutama audit pada perusahaan besar dengan sampel audit yang sangat banyak, dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat karena kebanyakan dari software-software tersebut mempunyai kemampuan unlimited dalam membaca data sumber.
· Memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas audit, karena software-software GAS pada umumnya mempunyai kemampuan untuk mendeteksi kecurangan (fraud) dengan cara mengadakan pengujian analitis, yaitu pengujian terhadap informasi finansial yang dibuat dengan mempelajari hubungan-hubungan yang masuk akal diantara data finansial dan non finansial untuk menaksir apakah keseimbangan rekening yang terjadi masuk akal atau tidak, seperti misalnya rasio, trend, dan pengujian Benford’s law.

KEKURANGAN TABK/CAATT
Sekalipun telah diuraikan diatas bahwa TABK/CAATT merupakan teknik audit modern dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan audit secara manual, namun tetap harus diakui bahwa audit dengan teknik ini tetap mempunyai keterbatasan. Keterbatasan tersebut diantaranya adalah tidak adanya “peluru perak” dalam mengembangkan keahlian penguasaan software-software GAS terhadap staf audit. Software-software tersebut pada umumnya harus dipelajari dalam waktu yang lama, sehingga sebuah KAP yang menginginkan staf-stafnya mahir dalam penguasaan software-software GAS ini harus “menginvestasikan” dana dalam jumlah yang cukup besar untuk membekali mereka dengan serangkaian pelatihan-pelatihan penggunaan software ini. Pada beberapa kasus, pelatihan-pelatihan tersebut malah menjadi percuma karena tidak langsung dipraktekkan pada audit yang dilakukan. Hal ini karena untuk menjadi mahir, software-software ini menuntut pengembangan dan pemeliharaan keahlian secara kontinyu.

SOFTWARE-SOFTWARE GAS YANG BIASA DIGUNAKAN KAP
Ada banyak software GAS yang saat ini beredar dan digunakan oleh Kantor-Kantor Akuntan Publik di seluruh dunia. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
1. ACL (Audit Command Language)
ACL for Windows dirancang khusus untuk menganalisa data dan menghasilkan laporan audit baik untuk pengguna biasa (common/nontechnical users) maupun pengguna ahli (expert users). Dengan menggunakan ACL, pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat daripada proses auditing secara manual yang memerlukan waktu sampai berjam-jam bahkan sampai berhari-hari.
Dengan beberapa kemampuan ACL, analisis data akan lebih efisien dan lebih meyakinkan. Berikut ini beberapa kemampuan ACL:
· Mudah dalam penggunaan.
ACL for Windows, sesuai dengan namanya, adalah perangkat lunak (software) berbasis Windows, di mana sistem operasi Windows telah dikenal bersifat mudah digunakan (user friendly). Kemudahan ini ditunjukkan dengan pengguna hanya meng-click pada gambar-gambar tertentu (icon) untuk melakukan suatu pekerjaan, dan didukung pula dengan fasilitas Wizard untuk mendefinisikan data yang akan dianalisis.
· Built-in audit dan analisis data secara fungsional.
ACL for Windows didukung dengan kemampuan analisis untuk keperluan audit/pemeriksaan seperti: analisis statistik, menghitung total, stratifikasi, sortir, index, dan lain-lain.
· Kemampuan menangani ukuran file yang tidak terbatas.
ACL for Windows mampu menangani berbagai jenis file dengan ukuran file yang tidak terbatas. Kemampuan untuk membaca berbagai macam tipe data. ACL for Windows dapat membaca file yang berasal dari berbagai format antara lain: Flat sequential, dBase (DBF), Text (TXT), Delimited, Print, ODBC (Microsoft Access database, Oracle), Tape ( ½ inch 9 - track tapes, IBM 3480 cartridges, 8 mm tape dan 4 mm DAT).
· Kemampuan mengekspor hasil audit
ACL mempunyai kemampuan untuk mengekspor hasil audit ke berbagai macam format data antara lain: Plain Text (TXT), dBase III (DBF), Delimit (DEL), Excel (XLS), Lotus (WKS), Word (DOC), dan WordPerfect (WP).
· Pembuatan Laporan berkualitas tinggi.
ACL for Windows memiliki fasilitas lengkap untuk keperluan pembuatan laporan.
ACL for Windows dapat bekerja menggunakan database relasional modern, di samping tentu saja menggunakan sistem penyimpanan data secara tradisional. Pada sistem legacy, untuk membuat dan memproses data tanpa menggunakan program, sedangkan ACL for Windows memiliki kemampuan untuk mengakses data.
ACL for Windows dapat mengakses data dalam berbagai macam format dan pada berbagai macam tipe media penyimpanan. ACL for Windows mampu menguji output atas suatu aplikasi di mana data yang digunakan kurang meyakinkan, atau mungkin aplikasi tersebut tidak berjalan dengan benar. ACL for Windows dapat digunakan untuk keperluan View, Explore, dan menganalisa seluruh data serta membuat laporan atas hasil-hasilnya.
Sebelum melakukan download atas data, perlu dipersiapkan dulu datanya. Jika seluruh data ada pada file tertentu dan mempunyai format tertentu yang dapat dibaca langsung oleh ACL for Windows, maka transfer bisa langsung dilakukan dalam bentuk native state ke PC. Mungkin tidak perlu mentransfer seluruh data untuk file yang berukuran besar.
File output report dalam bentuk elektronik bisa diakses oleh ACL for Windows, karena hampir semua software komputer mampu menghasilkan laporan (report). ACL for Windows mampu membaca informasi yang disimpan dalam bentuk laporan tercetak. Aplikasi ini sangat berguna ketika Anda ingin mengakses data yang tersimpan dalam format database yang rumit.
Langkah pertama dalam memproses laporan sebagai data adalah dengan cara melakukan capture informasi ke dalam disket. Dalam kebanyakan lingkungan (environment) komputer mini dan mainframe, hal tersebut bisa langsung dilakukan, karena umumnya file akan di-spooled sebelum dicetak. Anda tidak perlu mencetak file terlebih dahulu, cukup meng-copy spool file-nya sebelum dihapus oleh sistem. Jika perlu men- download spooled report file, sekali lagi tanyakan kepada departemen komputer untuk meng-copy-kan file yang diperlukan ke disket, untuk selanjutnya dilakukan download atas file tersebut.

2. IDEA (Interactive Data Analysis Software)
Merupakan software audit yang dapat digunakan untuk membuat rekonsiliasi, investigasi kecurangan, internal/operational audit, pemindahan file, mempersiapkan laporan manajemen dan analisis-analisis lainnya, termasuk menelusuri security log.
IDEA adalah software yang powerful dan mudah dioperasikan untuk membantu akunting dan professional keuangan meningkatkan keahlian auditing, mendeteksi kecurangan, dan memenuhi dokumen-dokumen standar. Software ini memungkinkan kita untuk mengimpor data dengan cepat, menyertakan, menganalisa, mengambil sample dan mengekstrak data dari berbagai macam sumber, termasuk laporan yang dicetak dari sebuah file.
Didesain oleh Akuntan untuk Akuntan, IDEA menawarkan sebuah tampilan antar muka yang intuitif termasuk fungsi point dan klik, menu bantuan, toturial dan multi tampilan. Dengan kemampuan ukuran file yang tak terbatas, IDEA dapat mengakses dan menganalisa data yang berukuran besar dalam beberapa detik saja, membebaskan anda untuk menganjurkan manajemen dalam proyek tambahan dan memberikan analisa yang mendalam. Menurut survey, lebih separo dari 100 Kantor Akuntan Publik Besar di Amerika Serikat menggunakan IDEA untuk melakukan analisis data yang diperlukan pada saat melakukan audit.
IDEA adalah sebuah software audit yang dapat membaca data asli yang telah diimpor. Field baru dapat dibuat, walaupun data asli tidak pernah diubah. Tidak seperti Microsoft Access dan Microsoft Excel, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi data yang telah diimpor yang dapat mengakibatkan kerusakan data akibat pengeditan ataupun penghapusan data.
IDEA juga bekerja secara otomatis memberikan satu macam dari masukan file control keseluruhan dan statistic, yang dapat diperiksa setiap kali file tersebut digunakan. Banyaknya fitur control memberikan jaminan penggunaan sebagai kesatuan dari data yang dianalisis. Kontrol-kontrol tersebut dapat membuat formulir yang cepat, mudah untuk menghasilkan control menyeluruh menghitung record, jumlah uang ataupun total item dari field yang diseleksi ataupun seluruh file, atau beberapa jumlah yang dipertimbangkan oleh auditor.
Penambahan pengeditan field-field dapat ditambahkan pada database untuk komentar, untuk mencocokkan item-item atau untuk mengoreksi data. Anda dapat menambahkan field virtual untuk membuktikan perhitungan-perhitungan dalam sebuah database, melakukan perhitungan-perhitungan baru dan rasio-rasio dari field-field yang ada tanpa database atau untuk mengkonversikan data dari sebuah tife menjadi tife lainnya. Field-field yang dapat diedit, berupa ruang kosong utuk memasukkan komentar atau pernyataan-pernyataan yang disertakan dengan field virtual.
Statistik dapat dihasilkan dari keseluruhan nomor dan field tanggal tanpa sebuah database. Untuk setiap field numeric, nilai-nilainya seperti nilai bersih, maksimum, minimum, dan nilai rata-rata seperti jumlah debet, kredit dan zero value item yang diberikan. Untuk setiap field tanggal, statistic memberikan informasi seperti tanggal terakhir dan harian dan analisis bulanan dari jumlah setiap transaksi-transaksi yang terjadi.
Kegunaan lain bagi kontrol audit adalah IDEA secara otomatis akan menghasilkan catatan sejarah yang merekam setiap proses yang dilaksanakan oleh auditor, menunjukkan jejak audit (audit trail) atau catatan seluruh operasi yang dilakukan pada sebuah database. Informasi ini kemudian disajikan dalam sebuah daftar yang dapat dikembangkan. Sejak catatan sejarah merekam seluruh proses yang dijalankan pada masa lalu dalam sebuah data, pengguna dapat mengidentifikasi bagian-bagian dari informasi yang didapat dari data asli. Setiap pengujian atau fungsi yang dijalankan akan secara otomatis menghasilkan script/kode pemrograman, yang kemudian dapat dicopy dalam IDEAScript editor (IDEAScript adalah sebuah bahasa pemrograman yang kompatibel dengan visual basic). Kode ini dberikan kepada pengguna dengan sebuah record yang dapat dicopy secara mekanis dalam kertas kerja audit.

3. APG (Audit Program Generator)
Waktu, biaya, tenaga, tanggal penyelesaian, adalah semua elemen yang harus diperhitungkan ketika sebuah tim audit membuat perencanaan audit. Langkah pertama dalam perencanaan audit tersebut akan dipersiapkan dalam sebuah daftar perencanaan audit.
APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.
Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item untuk menetapkan:
· Persetujuan penerimaan tugas
· Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit
· Tingkat independensi
· Pengetahuan terhadap kesatuan usaha
· Taksiran kemampuan audit
· Surat Perikatan
· Taksiran risiko audit dan tingkat materialitas
· Taksiran risiko pengendalian
· Tindakan-tindakan melanggar hukum
· Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan
· Prosedur analitikal
· Strategi audit dan program audit
APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing, mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan pada perusahaan yang diaudit.
Daftar perencanaan berfungsi sebagai sebuah kontrol untuk memastikan bahwa semua bagian struktur pengendalian internal telah diperiksa, dan ini menjadi bagian pertama dari peralatan APG mengacu kepadanya.
Untuk itu, maka pada APG disediakan sebuah form berisikan daftar pertanyaan untuk mengetahui tingkat pengendalian internal pada perusahaan yang diaudit. Untuk penggunaan daftar pertanyaan tersebut secara efektif, maka auditor harus merecord tanggapan-tanggapan untuk pertanyaan-pertanyaan dan pekerjaan yang dilakukan untuk melihat bahwa prosedur-prosedur yang diidentifikasi merupakan kondisi aktual pada perusahaan yang diaudit. Dalam banyak kasus, sebuah referensi dari kertas kerja dimana sebuah hasil pemeriksaaan disimpan, akan menjadi kebutuhan penting dalam audit.
Setelah melengkapi daftar pertanyaan tersebut, berikutnya APG akan mendesain tahapan demi tahapan yang mendasari dalam pembuatan keputusan auditor seperti misalnya : taksiran risiko pengendalian pada tingkat maksimum, dan bagaimana mengurangi beberapa taksiran risiko. Dalam lembar kasus, auditor dapat mendesain pengujian-pengujian khusus dalam bagian pengendalian internal dari program untuk memberikan jaminan bahwa pengendalian dapat dipercaya untuk mengurangi risiko pengendalian dibawah tingkat maksimum sebagai fungsi aktual untuk asersi laporan keuangan tertentu.
Setelah dapat mengembangkan perencanaan untuk auditnya, keuntungan dari sebuah perikatan audit dari struktur pengendalian, dibuat sebuah taksiran risiko pengendalian, dan membuat beberapa analisis finansial pendahuluan. Berikutnya, auditor siap untuk mengerjakan pengaturan dari perencanaan audit, dan program pengujian substantive.
Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai factor-faktor yang perlu dipertimbangkan.
Program audit akan dijilid untuk setiap perikatan audit. Setiap perikatan tersebut berbeda dan meminta auditor untuk menggunakan keahlian professional mereka untuk memformulasikan tahapan-tahapan audit yang dibutuhkan untuk memberikan ukuran yang jelas, tingkat materialitas, dan tingkat objektivitas auditor sebagai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan.
Hal tersebut sangat sulit dan waktu yang dikonsumsi untuk mengembangkan program audit sejak awal untuk masing-masing perikatan audit yang baru. Dan seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa APG dapat membantu pembuatan perancangan program audit sejak awal mula atau menyediakan langkah-langkah yang diusulkan untuk melakukan modifikasi terhadap kondisi-kondisi yang tertentu pada klien.
APG telah didesain untuk dimulai dengan lima asersi:
· Keberadaan atau keterjadian
· Kelengkapan
· Hak dan kewajiban
· Penilaian atau pengalokasian,
· Penyajian dan pengungkapan
Kegunaan lain dari APG adalah dapat digunakan untuk meninjau daftar pengungkapan dan tingkat kepatuhan terhadap perpajakan. Hal ini dapat membantu auditor memastikan bahwa laporan keuangan memenuhi semua unsur pengungkapan dan bahwa perusahaan klien telah mematuhi peraturan perpajakan yang berlaku.

4. Microsoft Excel
Software lain yang kemungkinan digunakan oleh Kantor Akuntan Publik dalam melakukan audit berbantuan computer adalah dengan menggunakan Microsoft Excel. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa Microsoft Excel adalah program aplikasi spreadsheet yang paling populer saat ini.
Dengan kemampuannya membaca file database seperti DBF dan MDB, serta ditambah dengan dukungan fungsi-fungsi/formula-formula yang ada, maka dapat dikatakan bahwa Microsoft Excel juga dapat dijadikan sebagai software GAS.
Dengan memilih menggunakan Microsoft Excel sebagai GAS, maka berarti Kantor Akuntan Publik yang bersangkutan telah melakukan efisiensi biaya. Hal ini karena Microsoft Excel adalah program aplikasi yang cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah software tersebut asli atau bajakan.
Cara kerja audit berbantuan computer dengan Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software GAS yang lain, yaitu setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.
Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tife/ekstensi.

5. AUDIT-Easy
Adalah software yang digunakan untuk mengembangkan dan melakukan audit kepatuhan internal dan eksternal.

6. EZ-R Stats
Adalah software audit dengan beberapa kegunaan sebagai berikut:
· Mengidentifikasi duplikasi, selisih-selisih, jumlah populasi, klasifikasi dan stratifikasi data, univariate statistik, menentukan ukuran sample, persentil/quartile, histogram, dan lainnya.
· Menentukan prosedur-prosedur seperti misalnya test Hukum Benford (Benford’s Law) besaran nilai kumulatif moneter sampling, interval sampling,cross tabulasi,
· Dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian statistik seperti Chi Square, pemeriksaan nomor kartu kredit, penyusunan nomor keatas dan kebawah.
· Menghasilkan grafik – histogram, garis trend, grafik pareto, dan lain-lain

7. QSAQ
Software ini digunakan untuk menjadwalkan, mengelola analisis dan mengadakan internal audit, penilaian, pengujian dan pemeriksaan. Software ini didesain untuk mengorganisasikan, melangsungkan, mendokumentasikan, dan melaporkan dalam internal audit dan eksternal audit.

8. Random Audit Assistant
Adalah software untuk mendapatkan sample audit yang valid dari batasan audit yang telah ditetapkan.

9. RAT-STATS
Adalah paket software statistik yang didesain untuk membantu auditor dalam menetapkan sample audit secara acak dan mengevaluasi hasilnya.

10. Auto Audit
Software ini merupakan sistem informasi audit yang terintegrasi. Software ini memungkinkan departemen audit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dalam satu database. Dengan fasilitas untuk menaksir risiko, perencanaan, penjadwalan, kertas kerja, dan lainnya, maka menggunakan software ini merupakan pilihan yang tepat untuk mengelola sebuah departemen audit.

11. GRC on Demand
Adalah software dengan kegunaan untuk manajemen pengendalian keuangan, otomatisasi audit, risiko manajemen, teknologi informasi pemerintahan.

Tuesday, November 6, 2007

Dede centil



Berbuat Taat Untuk Meraih Kebahagiaan

Manusia mau tidak mau harus terikat dengan hukum syara’ bila ingin bahagia dunia dan akherat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa perspektif: Kelemahan dan keterbatasan manusia, Allah SWT akan menghisab manusia, Allah Maha Tahu atas segala sesuatu, dan perintah Allah SWT sendiri untuk terikat dengan hukum-hukum-Nya.
Penjelasannya akan saya paparkan dalam bab-bab dibawah ini.

Manusia itu Lemah dan Terbatas
Manusia itu lemah dan serba terbatas. Baik dalam perkara yang dapat diindra maupun yang ghaib. Setiap orang tahu bahwa jantungnya itu senantiasa berdetak. Tahukah ia berapa kali jantungnya itu berdetak pada menit pertama, menit kedua dan seterusnya? Berapa banyak rambut yang ada dikepalanya? Berapa banyak sejak ia baligh sampai sekarang rambutnya yang rontok? Berapa banyak air yang telah ia konsumsi selama hidup? Pada tgl 12 April jam 8.00 AM ia sedang melakukan apa? Berapa banyak butir pasir dalam satu ember plastik? Banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang sulit atau bahkan tidak mampu dijawabnya. Kalaupun dijawab, hanyalah berupa kira-kira, bukan secara pasti. Ini baru menyangkut perkara sederhana yang dapat diindra. Manusia memang lemah dan terbatas
Dalam perkara materiil yang lebih kompleks manusia pun kesulitan untuk menjawabnya. Mengapa manusia memiliki rasa kasiahan sekaligus arogan? Mengapa manusia memiliki rasa sayang dan sekaligus rasa benci? Mengapa manusia memiliki rasa ingin memiliki? Mengapa ada dorongan untuk berkeluarga? Mengapa memiliki rasa takut? Apa hubungan karakter-karakter yang terdapat pada semua manusia itu dengan oksigen, karbon dioksida, air, nitrogen, sulfur, besi dan unsur-unsur yang ada dalam tubuh manusia? Manusia tak dapat menjawabnya, hanyalah bersifat dugaan, tidak bersifat tepat dan pasti. Memang, manusia itu lemah dan terbatas!
Apalagi dalam perkara ghaib. Bagaimana sebenarnya jin itu? Siapakah malaikat itu? Apa ‘arsy itu? Apakah bunga bank itu baik atau buruk? Apakah berdusta itu benar ataukah salah? Apakah nikah itu baik atau buruk? Apakah perang itu baik atau buruk? Dan seribu satu macam pertanyaan yang lain. Dengan semata mengandalkan akalnya, manusia tidak mampu menjawabnya. Andaikan memaksakan diri untuk menjawabnya, jawabannya itu akan saling berbeda antar satu orang dengan orang lain. Bahkan sering bertentangan. Antar generasipun dapat berbeda sikapnya. Akhirnya, kebenaran menjadi relatif tergantung masa dan tempat. Minuman keras disebut baik pada suatu massa namun buruk pada massa yang lain. Menjadi WTS dipandang buruk dalam suatu keadaan namun disebut baik pada saat terdesak ekonomi, misalnya. Ide tentang penyama dudukkan semua agama dipandang tepat bagi manusia modern, namun tidak demikian untuk manusia masyarakat tardisional. Demikianlah perbedaan dan pertentangan antara sesama manusia. Padahal topik yang menjadi bahasan hanya itu-itu juga. Bahkan seseorang seringkali memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda untuk persoalan yang sama pada saat yang berbeda. Itulah realitas manusia. Tegaslah, manusia itu serba lemah lagi serba kurang dan terbatas. Bila dalam persoalan demikian manusia itu lemah dan kurang, apatah lagi dalam hal menentukan kebaikan-kebaikan dunia akherat bagi ummat manusia.
Persoalan ini bagi seorang muslim bukan semata didasarkan pada realitas yang dilihatnya. Dia meyakini betul firman Allah SWT dalam al-Qur’an yang memberitahukan bahwa pengetahuan manusia itu amatlah terbatas. “Dan tidaklah kalian Aku beri ilmu melainkan sedikit,” begitu makna firman-Nya dalam surat al-Isra [17] ayat 85. Lebih dari itu, Allah SWT Pencipta Manusia menggambarkan ciptaanya itu dengan menyatakan: “Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh” (Qs. al-Azhab [33]: 72). Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bila manusia itu sering kali menyangka sesuatu itu baik padahal buruk, dan menyangka sesuatu yang buruk sebagai baik. Berkaitan dengan perkara ini Allah SWT memberitahukan: “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi pula kalian menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui” (Qs. al-Baqarah [2]: 216).
Berdasarkan realitas kelemahan dan keserbakurangan manusia ini maka menyerahkan pengaturan kehidupan kepada hukum dan peraturan yang diproduksi oleh hanya akal manusia hanya akan mendatangkan kerusakan.

Hisab dari Allah SWT
Setelah Allah SWT mengutus rasul-Nya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatan yang dilakukannya didunia. Artinya Allah SWT akan mengazab siapa saja yang tidak mau mengikuti aturan yang dibawa rasul tersebut. Firman Allah SWT: “(Dan) Kami tidak akan mengazab (suatu kaum) sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (Qs. al-Isra’ [17]: 15)
Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah SWT memberikan jaminan kepada hamba-Nya; bahwa tidak akan diazab seorang manusia (yang diciptakan-Nya) atas perbuatan yang dilakukannya sebelum diutus seorang rasul kepada mereka. Jadi, mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang mereka lakukan sebelum rasul diutus, karena mereka tidak terbebani oleh satu hukum pun. Namun, tatkala Allah SWT telah mengutus seorang rasul kepada mereka, maka terikatlah mereka dengan risalah yang dibawa oleh rasul tersebut dan tidak ada alasan lagi untuk tidak mengikatkan diri terhadap hukum-hukum yang telah dibawa oleh rasul tersebut. Allah SWT berfirman: “(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan lagi bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul itu.” (Qs. an-Nisa’ [4]: 165)
Dengan demikian, siapapun yang tidak beriman kepada rasul tersebut, pasti akan diminta pertanggungjawaban dihadapkan Allah kelak tentang ketidak-imanannya dan ketidak-terikatannya terhadapa hukum-hukum yang dibawa rasul tersebut. Begitu pula bagi yang beriman kepada rasul, serta mengikatkan diri pada hukum yang dibawannya, ia pun akan diminta pertanggungjawaban tentang penyelewengan terhadap salah satu hukum dari hukum-hukum yang dibawa rasul tersebut.
Atas dasar hal ini, maka setiap muslim diperintahkan melakukan amal perbuatannya sesuai dengan hukum-hukum Islam, karena wajib atas mereka untuk menyesuaikan amal perbuatannya dengan segala perintah dan larangan Allah SWT yang telah dibawa Rasulullah saw. Allah SWT berfirman:“…Apa saja yang dibawa/diperintahkan oleh rasul (berupa hukum) kepadamu maka terimalah dia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…” (Qs. al-Hasyr [59]: 7)
Banyak sekali nash-nash yang menjelaskan tentang permintaan tanggung jawab ini. Diantaranya:“Ingatlah, hukum itu milik-Nya. Dia penghisab yang paling cepat.” (Qs. al-An’am [6]: 62)
“Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan (hasibin).” (Qs. al-Anbiya [21]: 47)
”Dan siapa saja ingkar terhadap ayat-ayat Allah, ingatlah sungguh Allah itu cepat hisabnya.” (Qs. al-Imran [3]: 19)
“Dan jika kalian menampakkan apa-apa yang ada pada jiwa kalian, atau menyembunyikannya niscaya Allah akan menghisab kalian.” (Qs. al-Baqarah [2]: 284)
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan dihisab dengan hisab mudah.” (Qs. al-Insyiqaq [84]: 7 – 8)
Jelas sekali, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban manusia. Seluruh perbuatan manusia akan ditanyain oleh-Nya. Apakah sesuai dengan aturan-Nya ataukah tidak. Oleh karena itu seorang muslim yang sadar akan tidak mampu menahan siksa Allah SWT yang dahsyat akan terus berupaya mentaati aturan-Nya. Penghisab itu adalah Allah SWT, bukan manusia. Oleh karena itu, bagaimana mungkin aturan kehidupan itu diatur oleh manusia padahal yang akan meminta pertanggungjawaban bukanlah manusia, melainkan Allah SWT. Jadi, tolok ukur perbuatan itu adalah hukum-hukum Allah itu sendiri yang terdapat di dalam Alqur’an, hadits Nabi, dan apa yang ditunjuk keduanya.

Allah SWT Maha Tahu
Allah adalah Dzat Maha Tahu. Allah sendiri yang menjelaskan kepada kita bahwa Dia mengetahui segala sesuatu, tidak ada satupun yang luput dari pengetahuan-Nya. "Dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu” (Qs. al-Baqarah [2]: 29)
“Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui tentang apa yang ada dalam dada” (Qs. al-Anfal [8]: 43)
“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas apa yang mereka perbuat” (Qs. Yunus [10]: 36)
“Dan sungguh pada kalian ada para penjaga (malaikat) yang mulia dan menulis amal. Mereka mengetahui apapun yang kalian lakukan” (Qs. al-Infithar [82]: 11)
Ayat-ayat diatas secara pasti menerangkan bahwa Allah SWT Tahu atas seluruh perbuatan manusia. Manusia tidak akan dapat menghindar dan memungkiri apa yang diperbuatnya didunia. Lebih dari itu, manusia alam menjadi saksi atas dirinya sendiri.
“Pada hari ini kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan”(Qs. Yasin [36]: 65)
Berdasarkan hal ini, satu-satunya jalan keselamatan adalah senantiasa terikat dengan hukum Allah yang telah Dia tetapkan. Bila demikian kerugian bukan ditanggung oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri.
“Orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orag lain. Jika orang yang berat (oleh dosanya) menyeru, supaya diringankan pikulannya, niscaya tiadalah orang yang mau memikulnya sedikitpun, meskipun karibnya sendiri” (Qs. Fatir [35]: 18)

Perintah Allah SWT untuk Terikat dengan Hukum-Nya
Banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an menegaskan hal ini. Misalkan:
“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs. an-Nisa’ [4]: 65)
“Apa yang diberikan Rosul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” (Qs. aL-Hasyr [59]: 7)
Suatu ketika Abu Najih AL ‘Irbadi bin Sariyah menuturkan tentang Nabi. Rosulullah SAW, tutur beliau, telah memberikan suatu nasehat kepada kami dimana nasihat itu mampu untuk menggetarkan hati dan mencucurkan air mata, kemudia kami berkata: “Wahai Rosululallah, nasihat itu seakan-akan suatu nasihat yang disampaikan kepada orang yang akan ditinggalkan . karenanya berilah kami wasiyat.” Beliapun bersabda: “Saya berwasiyat kepada kamu sekalian agar selalu taqwa kepada Allah serta selalu mendengar dan taat walaupun yang memimpin kamu adalah seorang budak dari ethopia. Dan sesungguhnya siapa saja diantara kamu sekalian yang dilanjutkan usianya niscaya mereka akan melihat banyak perselisihan. Oleh karena itu, kamu sekalian harus berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah kuat-kuat dengan gigi gerahammu (peganglah teguh-teguh sunnahku itu), dan janganlah kamu sekalian mengada-ada dalam urusan agama karena sesungguhnya setiap bid’ah itu adalah sesat” [HR. Abu Daud dan Tirmidzi]
Jadi Islam telah menetapkan bagi manusia suatu tolok ukur untuk menilai segala sesuatu, sehingga dapat diketahui mana perbuatan yang terpuji (baik) yang harus segera dilaksanakan dan mana perbuatan tercela (buruk) yang harus segera ditinggalkan. Tolak ukur ini, sekali lagi, adalah hukum syara’ yakni aturan-aturan Allah SWT yang dibawa Rosulullah SAW dan bukan akal dan hawa nafsu manusia. Sehingga apabila syara’ menilai perbuatan tersebut itu baik, maka baiklah perbuatan itu baik, begitu juga sebaliknya.
Dengan demikian, manusia akan dapat menjalani kehidupan dimuka bumi ini dengan berada diatas jalan yang lurus (benar), jalan yang akan mendatangkan kebahagiaan, kedamaian dan ketentraman. Hal yang wajar sebab mereka berjalan diatas ketentuan-ketentuan Allah SWT yang telah menciptakan dan mengatur mereka dan mengetahui secara pasti mana yang baik dan buruk bagi manusia. Sebaliknya, jika manusia menjadikan akal dan hawanya untuk menentukan mana yang baik dan yang buruk, atau dengan kata lain mereka membuat aturan yang bertentangan dengan aturan yang diturunkan Allah SWT sehingga mereka berjalan diatas jalan yang salah, maka yang akan didapatkannnya hanyalah kesengsaraan, kekacauan, kerusakan, kegelisahan dan berbagai bencana yang silih berganti. Allah SWT berfirman: “Telah tampak kerusakan didart dan dilaut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar).” (Qs. Ar-Ruum [30]: 41)
Dalam terikat dengan hukum syara’ ini tidak layak ditunda-tunda. Rosulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kamu sekalian untuk melakukan amal-amal shalih, karena akan terjadi suatu bencana yang menyerupai malam yang gelap gulita dmana ada seorang pada waktu pagi beriman tapi apda waktu sore ia kafir; pada waktu sore ia beriman tetapi pada waktu pagi ia kafir; ia rela menukar agamanya dengan sedikit keuntungan dunia” [HR. Muslim]
Bila hadits ini kita renungkan, rasanya dewasa ini hampir atau bahkan telah terjadi. Betapa banyak godaan, halangan, dan tantangan yang menghadang didepan orang yang akan melakukan kebaikan. Sebaliknya, betapa banyak dorongan dan kemudahan untuk melakukan kemaksiatan.

KhatimahBerdasarkan pemaparan diatas jelaslah bahwa manusia itu lemah dan terbatas. Seluruh perbuatannya akan dihisab oleh Allah Dzat Maha Cepat Hisab-Nya, sementara Allah SWT Maha Tahu atas seluruh perbuatan manusia termasuk isi hatinya, malaikatpun mengawasinya, Dia pun memerintahkan untuk selalu terikat dengan hukum-hukum-Nya. Semua ini meniscayakan orang yang takut akan hari kiamat untuk selalu terikat pada hukum Allah. Untuk itu perlu memahami bagaimana hukum Allah mengatur kehidupan dia didunia. Caranya tidak lain, kecuali dengan kita mengkaji Islam dengan istiqomah. Karenanya, setiap muslim yang ingin berbahagia akan selalu berupaya untuk mendalami Islam dan menerapkannya.

Aqidah: Spiritualitas Seorang Muslim

Seorang muslim adalah orang yang telah menyerahkan seluruh jiwa raganya kepada Allah SWT, sebagaimana yang senantiasa ia ikrarkan pada permulaan setiap kali dia melaksanakan sholat:
«وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ حَنِيْفاً مُسْلِماً وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى، ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ، وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
“Aku hadapkan wajahku kehadirat Sang Pencipta langit dan bumi sepenuh ketundukan dan kepasrahan diri, dan bukanlah aku dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidup dan matiku hanyalah bagi Allah Sang Penguasa semesta alam. Tiada sekutu apa pun bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan sedang aku termasuk dari orang2 muslim.” (Lihat Ali Raghib, Ahkamus Sholat hal 127).
Namun terkadang kita sebagai muslim lupa bahwa setiap hari, minimal lima kali kita mendeklarasikan penyerahan kita kepada Allah SWT sebagaimana tersebut di atas. Di dalam sholat kita menyatakan pasrah diri dan tunduk kepada Allah, namun di luar sholat tidak jarang di antara kita ada yang berani menentang perintah Allah SWT, bahkan ada yang berani menyelewengkan agama Allah Azza wa Jalla. Astaghfirullah!
Kenapa hal itu bisa terjadi? Tidak lain adalah karena miskinnya spiritualitas di antara kita, bahkan ada yang tidak paham apa itu spiritualitas bagi seorang muslim. Oleh karena itu, tulisan ini akan menyegarkan kembali ingatan kita pada spiritualitas seorang muslim. Moga-moga mengingatkan kembali jati diri kita sebagai seorang muslim, hamba Allah Yang Maha Pengasih!

Arti Spirit, Aspek Spiritual, dan Spiritulitas
Spirit dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 1996) diartikan sebagai jiwa, sukma, dan roh. Juga diartikan semangat. Satu kesalahan besar yang dilakukan oleh para filosof Barat dan Yunani selama berabad-abad adalah urain mereka bahwa manusia itu terdiri dari roh dan jasad, dimana roh, menurut mereka adalah bagian dari Tuhan, dan manakala roh itu dominan dalam diri seseorang, dia akan menjadi manusia yang baik, karena mendekati sifat-sifat ketuhanan. Sebaliknya, manakala yang dominan adalah jasadnya, manusia menjadi buruk sifatnya. Tentu saja teori jasmanani-rohani itu tanpa bukti, baik empirik maupun informasi dari kitab suci. Secara faktual, teori kuno itu tak bisa dibenarkan, karena nyawa manusia itu tidak bertambah dan berkurang dengan luhur dan rendahnya sifat manusia.
Roh dalam arti sukma atau nyawa manusia (sirrul hayah) adalah rahasia Tuhan. Manusia hanya bisa merasakan atau mengindera bekas-bekas adanya roh itu, seperti gerakan fisik, tumbuh, dan menjadi banyak. Tapi hakikat roh penyebab itu semua tak mungkin diketahui manusia. Allah SWT berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".(QS. AL Isra’ 85).
Oleh karena itu, roh yang dimaksud manusia—termasuk bangsa Barat dan Yunani yang salah alamat di atas—bukanlah nyawa, atau bagian yang ada dalam diri manusia, tapi merupakan sifat dari luar yang diinginkan manusia agar bisa mempengaruhi perbuatannya. Dan ini hanya bisa terjadi manakala manusia menyetir perbuatannya dengan aturan dari Dzat Yang Maha Luhur, yakni Allah SWT. Oleh klarena itu, roh atau spirit yang dimaksud adalah kesadaran hubungan manusia dengan Allah Sang Maha Pencipta. Itulah arti spirit yang sebenarnya bagi manusia, yang dapat membuatnya menjadi muslim sejati.
Dengan memahami arti spirit sebagai keadaran hubungan seorang muslim dengan Allah SWT, maka seorang muslim dapat memahami adanya aspek spiritual dalam dirinya, kehidupannya, maupun alam smesta tempatnya berpijak. Dirinya, kehidupannya, maupun alam semesta memiliki hubungan dengan Allah SWT, yaitu sebagai makhluk ciptaan-Nya. Sehingga masing-masing punya aspek spiritual. Aspek spiritual dirinya sebagai manusia bagi seorang muslim adalah keberadaan dia sebagai manusia ciptaan Allah SWT. Al Quran membimbingnya dalam firman Allah:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.(QS. Al Baqarah 21).
Juga dapat dilihat pada QS. An Nisa 1, Ar Ruum 20, As Sajdah 7, AL Mukmin 67, Ar Rahman 14, Al Alaq 2.
Demikian juga kehidupannya, memiliki aspek spiritual, yakni keberadaan hidup dan mati hakikatnya adalah ciptaan Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.(QS. Ar Ruum 40).
Juga bisa kita lihat pada QS. Al Baqarah 28, AL Hajj 66, Al Jatsiyah 26, dan Al Mulk ayat 2.
Dan seluruh alam semesta ini memiliki aspek spiritual, yakni keberadaan seluruh alam jagad raya ini sebagai ciptaan Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al A’raf 54).
Juga bisa kita lihat pada QS. AL Baqarah 29, Al Baqarah 164, Ali Imran 190, AL An’am 1, AL AN’am 101, dan Yunus 3.
Spiritualitas dalam diri manusia yang telah meyakini keberadaan Allah SWT sebagai sang Pencipta ( Al Khaliq) dan menyadari hubungannya dengan Allah SWT, yakni sebagai makhluk-Nya, adalah: perasaan tunduk dan tawadlu’ terhadap Sang Pencipta, Kekuasaan-Nya, dan Ilmu-Nya. (lihat Muhammad Husain Abdullah, Mafahim Islamiyah, hal. 14). Kalau perasaan ini bersifat kontinu, maka seorang muslim akan senantiasa hidup dalam suasana iman. Dan itu akan membantunya untuk bisa terikat dengan syariah Allah SWT dengan perasaan ridlo dan hatinya tenteram.

Hubungan Aspek Spiritual dengan Perbuatan Manusia

Allah SWT tidak hanya menciptakan alam semesta, tapi juga mengaturnya. Ini ditegaskan dalam firman-Nya:
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy untuk mengatur segala urusan. (QS. Yunus 3).
Allah SWT menurunkan syariah untuk mengatur kehidupan manusia. Allah menurunkan Al Quran untuk menjadi petunjuk, penjelas, dan garis batas, antara yang boleh dilakukan (haq), dan yang tak boleh dilakukan manusia (batil). Allah SWT berfirman:شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).(QS. Al Baqarah 185).
Allah SWT pun menyuruh kita untuk senantiasa mengikuti petunjuk-Nya. Dia SWT berfirman:
اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya..(QS. Al A’raf 3).
وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.(QS. AL Hasyr 7).
Oleh karena itu, bagi orang yang memiliki spirit dalam arti kesadaran hubungannya dengan Allah, maka pada hakikatnya seluruh perbuatannya ada dalam daerah hukum Allah SWT. Jadi semua perbuatan manusia tidak lepas dari aspek spiritualnya, yaitu keberadaannya di daerah hukum Allah SWT. Dan Allah SWT bakal memberikan penilaian dan balasan atas perbuatannya itu, kecil maupun besar.Ketika dia makan, dia yakin bahwa apa yang dimakan, apakah halal atau haram dzatnya, apakah halal ataukah haram pemilikannya, semua akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT. Kalau dia berpakaian, apakah halal barang yang dipakainya, dan apakah telah menutup aurat seperti tuntunan syariah? Kalau ia bermuamalah, dia yakin bahwa kelak bakal ditanya apakah akad muamalahnya sesuai ketentuan akad syariah Islam ataukah malah justru mengikuti sistem transaksi kapitalisme? Kalau dia berpolitik, dia yakin bakal ditanya kelak, apakah berpolitik sesuai tuntunan Rasulullah saw., ataukah malah mengikuti Montesque? Atau bahkan mengikuti Machiavelli?
Dan seorang muslim yakin bahwa Allah SWT akan mengabarkan-Nya kelak di hari akhirat seluruh perbuatan manusia. Dia berfirman:
قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".(QS. AL Jumu’ah 8).

Khatimah

Dengan kesadaran akan aspek spiritual tersebut, seorang muslim akan berjalan mantap dengan sikap hidup mengemban syariah Allah SWT. Dan dengan kesadaran spiritualitas dalam dirinya, seorang muslim akan senantiasa dapat mensinergikan antara pernyataannya penyerahannya sebagai muslim di dalam sholatnya dengan perbuatannya di seluruh pentas kehidupan nyata. Wallahu a’lam!

Ada Jomblo di Tengah Kita

Semua itu mimpi o...o u o u oHanyalah bualan o...o u o u oSemua itu bohong o...o u o u oAku tetap saja o... tetap sendiri
Kamu pasti udah hapal ama lirik lagu yang dilantunkan Armand Maulana sang vokalis GIGI di atas. Apalagi kalo ditanya judul lagunya? Hmm…pasti deh pada ngacung. Tapi please…, yang belon pake Rexona jangan ikutan ngacung ya (eh, ini iklan ya?). Bukan apa-apa. Takut disangka sumber polusi udara. Hehehe…. keep smile ya.
Selain easy listening , tuh lagu turut mempopulerkan istilah jomblo di kalangan anak muda. Liriknya seolah mengungkap kegelisahan hati seseorang yang belon punya gandengan. Soalnya, truk aja bisa punya gandengan masa' doi nggak. Betul? Betuul…! Tapi ngomong-ngomong, jomblo itu apa sih? Ih… tulalit deh!
Gini, secara etimologi seperti tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , jomblo itu artinya perempuan tua yang nggak laku-laku alias perawan tua. Tapi seiring berjalannya waktu, terjadi perluasan makna pada kata jomblo. Kini, jomblo dimaknai sebagai julukan ‘trendi' buat mereka (baik cowok maupun cewek) yang masih sendiri, belum punya pacar, dan belum punya gandengan (emangnya truk?). Pokoknya masih suka sendiri aja (atau memang belum ada yang ngajak barengan). Gitchu. Ehm, apakah kamu termasuk di dalamnya? Hehehe
Pro-kontra seputar jomblo
Dalam pergaulan remaja, perdebatan tentang status jomblo nggak kalah serunya dengan debat capres kemaren-kemaren. Banyak yang pro, tapi nggak sedikit juga yang kontra.
Bagi yang pro, mereka enjoy bilang “ its oke to be jomblo ”. Predikat itu bukan masalah bagi mereka. Justru mereka menikmati hidup tanpa pasangan. Sebagai wujud rasa syukur mereka, ada di antaranya yang bikin perkumpulan dengan nama Jojoba alias Jomblo-jomblo Bahagia . Malah ada juga yang tergabung dalam komunitas Kelompok Jomblo Ceria yang disingkat Kejora. Ehm, Ijo Lumut ( Ikatan Jomblo Lucu dan Imut ) boleh juga tuh. Ada yang mau gabung? Pilih yang oke visi, misi, dan programnya (duileee). Wis, sundut terus!
Mereka ngerasa keberadaan pasangan malah bikin ribet. Kayak memasung kebebasan bin kreativitasnya gitu lho. Deket dikit aja ama temen lawan jenis, dicemburuin. Nggak mau ngikutin kemauan ‘yayang', dibilang nggak cinta. Nggak balas SMS atau missed call aja disangka selingkuh. Punya pendapat berbeda malah dicemberutin. Kalo udah gini, tentu being jomblo lebih asyik. Nggak terikat atau mengikat orang lain. Punya otoritas penuh nentuin langkah kakinya sendiri mau belok kiri, kanan, atau lurus tanpa intervensi dan pengawasan dari pihak lain. Mereka juga ngerasa nggak membebani orang lain untuk memenuhi keinginan-keinginannya. Nggak heran kalo para jomblo itu begitu bahagia dan ceria menikmati kesendiriannya. Huhuy!
Sementara yang kontra, mereka juga punya alasan yang nggak kalah dahsyatnya. Bagi mereka, menyandang status jomblo seperti kutukan (wuiih syerem bener..). Soalnya hidup tanpa curahan kasih sayang dari lawan jenis ibarat sayur tanpa garam. Garing bin kering kerontang. Apalagi di kalangan remaja yang menobatkan pacaran sebagai simbol pergaulannya. Alamat bakal tersisih dari pergaulan dan memanen kata-kata sindiran yang pelan tapi dalem dan bikin kuping panas. Seperti yang dialami tiga cewek jomblo Gwen, Keke, dan Olin dalam film 30 Hari Mencari Cinta yang dituding lesbian cuma karena nggak punya gacoan. Gimana nggak gondok? Nggak ku..ku.. deh!
Makanya bagi kaum antijomblo, nggak punya pasangan bisa bikin depresi. Gejala yang ringan sih mungkin cuma uring-uringan, mimik mupeng ngeliat temennya yang pacaran, atau krisis percaya diri karena tak kunjung laku (emangnya jualan?). Tapi bagi yang sudah akut, gejalanya bisa parah. Karena nggak kuat lagi menahan rasa malu, gunjingan atawa sindiran, orang bisa menarik diri dari pergaulan sosial atawa malah terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Bukannya kita nakut-nakutin ya, cuma bikin kamu parno (paranoid) aja. Yee...sama aja atuh!
Kaum yang kontra ini, ada yang sampe mendeklarasikan berdirinya PJI alias Partai Jomblo Indonesia. Mereka memperjuangkan persamaan hak dalam mendapatkan jodoh. Mengingat ada di antara mereka yang terkena dampak buruk dari rolek alias risiko orang jelek. Loyalitas mereka dalam perjuangannya terukir dalam semboyannya yang menggugah semangat. “Jomblo itu pedih, Jendral...!” Walah!
Mending jomblo daripada maksiat
Sobat muda muslim, kian hari opini media yang memojokkan para jomblo kian tak terkendali. Remaja makin diarahkan untuk berani mengekspresikan rasa suka kepada lawan jenis dengan berpacaran. Tayangan-tayangan ghibahtaintment yang berseliweran tiap hari di layar kaca, bikin permasalahan cinta menjadi masalah utama dalam hidup manusia. Kedekatan seorang selebritis dengan lawan jenis dikupas habis dengan bumbu sana-sini biar layak jual. Aksi “penembakan” yang dilakukan remaja diabadikan dalam “Katakan Cinta”. Perselingkuhan di antara mereka pun sampe melibatkan detektif H2C atau dengan pembuktian Playboy Kabel .
Parahnya, remaja mengkonsumsi semua tayangan di atas setiap minggu. Cinta... cinta....dan cinta..... Tiada hari tanpa obrolan cinta. Otomatis secara psikologi ada beban tersendiri dalam perkembangan jiwa mereka. Malu bin nggak pede dalam kesendiriannya. Merasa terasingkan ketika kebanyakan temen-temennya udah punya gebetan meski usia baru belasan. Pengaruh media membuat murid-murid SMP pun udah Saatnya Mencari Pacar . Berabe euy!
Maaf, bukannya kita mau melestarikan status jomblo. Bukannya mau ngelarang temen-temen jomblo untuk nyari pasangan. Bukan juga mengajak para jomblo untuk tabbatul (membujang). Tapi kalo upaya pelepasan predikat jomblo selalu berujung pada aktivitas pacaran, mendingan tetep istiqomah menyandang status jomblo. Seperti pepatah bilang, biar jomblo asal selamat dari aktivitas maksiat. Setuju?
High Quality Jomblo= JI
Sobat muda muslim, istiqomah dengan predikat jomblo bukanlah sebuah aib yang kudu disesali. Karena derajat manusia di hadapan Allah tidak dinilai berdasarkan predikat ini. Itu berarti kaum jomblo punya peluang yang sama besar dengan para alumninya yang udah merit untuk dapetin pahala Allah yang berlimpah. Jadilah High Quality Jomblo (HQJ) di hadapan Allah. Caranya?
Pertama , HQJ nggak semata dinilai dari penampilan fisik seperti yang disyaratkan dalam “Katakan Cinta”. Tapi dinilai dari keterikatannya dengan aturan Allah. Ini berlaku untuk setiap perbuatan dia. Dari bangun tidur sampe tidur lagi. Sehingga melahirkan sikap akhlakul kariimah . Dengan tetangga sebelah rumah akur. Nggak sungkan ngasih pertolongan sesuai kemampuannya. Anti sikap individualis bin egois. Santun dalam bertutur kata dan menyampaikan pendapat. Bersikap tegas tanpa harus bertindak keras. Atau terbuka untuk menerima perbedaan pendapat.
Kedua , seorang HQJ nggak dosa punya tampang menawan hati. Itu kan anugerah dari Allah, ya kudu disyukuri. Tapi bakal dosa kalo anugerah itu dipake tebar pesona sana-sini. Apalagi sampai diobral. Emangnya produk sisa ekspor? Nggak lha yauw!
Ketiga , seorang HQJ juga pandai memanfaatkan masa kesendiriannya. Waktu, pikiran, tenaga, dan isi dompetnya nggak dihabisin buat ngurusin cinta yang nggak sehat. Tapi dioptimalisasi untuk mengekspresikan cinta kepada Allah dan RasulNya. Kegigihannya dalam menuntut ilmu semata-mata demi kemaslahatan umat. Ngasih porsi yang lebih besar dari waktu yang dimilikinya untuk terjun ke dunia dakwah.
Itu sebabnya, doi aktif ngaji, getol dakwah, sopan, dan taat syariat. Malah ada juga lho di antara mereka yang prestasi akademisnya berbanding lurus dengan kecintaannya terhadap perjuangan menegakkan Islam. Karena doi yakin Allah akan memberikan yang terbaik untuknya (ajal. jodoh, rejeki, kebaikan dsb). Rasul saw. bersabda: “Tidak layak seseorang, ketika menyaksikan suatu tempat di dalamnya ada kebenaran, kecuali dia akan mengatakannya. Sesungguhnya sekali-kali hal itu tidak akan pernah memajukan ajalnya dan tidak akan mencegah apa yang telah menjadi rezeki baginya” ( HR al-Baihaqi )
Nah sobat, tiap orang pantas dan pasti menjadi HQJ seperti di atas (kecuali yang udah merit kali ya). Jangan minder meski tampang kita pas-pasan. Kuncinya cuma satu, ridho ngikutin aturan Allah yang original dalam keseharian kita. Bukan aturan bajakan yang doyan kompromi ama sekulerisme dan anak cucunya. Sebab cuma buat yang original Allah bakal ngasih garansi. Nggak cuma seumur hidup, tapi dunia akhirat. Di akhirat kita selamat, di dunia kita bisa jadi anggota JI.
Hah?! JI?! Sst…jangan bilang-bilang polisi ya. Entar didatengin pasukan antiteror 88 lagi. JI di sini artinya Jomblo Idaman yang bisa menjelma jadi CIA (Cowok Incaran Akhwat) atau FBI (Female Bidikan Ikhwan). Masa' nggak kepengen sih?
Mengakhiri masa jomblo
Sobat muda muslim, meski telah menjadi anggota JI, semoga kamu nggak puas dengan predikat itu. Apalagi sampe mengikrarkan diri untuk menjadi jomblo abadi binti sejati. Jangan deh. Gimanapun juga, Rasul mensunnahkan kita yang sudah mampu untuk mengakhiri masa jomblo. Dengan menikah, kita turut menambah barisan perjuangan Islam dan kaum Muslimin. Bagi ikhwan, jangan lewatkan peluang menjadi suami dan seorang ayah. Betapa nikmatnya memikul tanggung jawab. Terlahir suatu kekuatan yang mampu menggali potensi untuk menafkahi keluarga. Dan bagi akhwat, rasakan asyiknya menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga, menjadi madrasah buat jundullah tercinta, atau mendampingi suami meraih ridho ilahi. Bener lho!
Makanya kudu tetep semangat. Meski usia sudah masuk kepala tiga atau masih berstatus mahasiswa. Percaya deh, Allah pasti akan menunjukkan jalan bagi hambaNya yang hendak menikah demi menjaga kehormatannya. Kuncinya sabar dan tawakkal.
Sabar tatkala kendala menghadang di tengah perjalanan kita. Misalnya calon mertua belon bisa menerima kita. Itu cuma butuh introspeksi dan usaha gigih untuk melumerkan diding esnya. Sama halnya dengan kesiapan materi yang selalu menjadi momok di kalangan ikhwan sebelum naik ke pelaminan. Yang perlu dilakukan hanya menentukan batas waktu yang jelas untuk memotivasi usaha persiapan materi. Bisa usia, tanggal, bulan, atau tahun. Jangan menggantungkan kesiapan diri kita pada materi. Karena materi nggak akan pernah membuat kita siap. Betul?
Sobat muda muslim, perlu dicatet ya, kalo perlu pake stabilo merah menyala, kita di sini tidak bermaksud manas-manasin para jomblo untuk segera melepaskan statusnya. Kita cuma ngomporin doang kok. Hehehe…nggak ding, kita cuma mau ngasih informasi yang lengkap seputar pro kontra status jomblo dalam kacamata Islam. Ehm, moga paham. Kita udah cukup dewasa untuk menentukan pilihan. Kalo masih betah dengan status jomblo, jadilah High Quality Jomblo . Kalo nggak tahan ama sundutan untuk merit, ikhlaskan niat untuk meraih pernikahan berkah. Intinya, mari kita sama-sama berusaha agar keseharian kita tak lepas dari keterikatan dengan aturan Allah. Jomblo atau mantan jomblo, ya nggak masalah. Betul? Betuuuul!

Di Balik Detik Kehidupan

Waktu adalah umur manusia, ia tersusun dari detik demi detik hingga meningkat menjadi menit lalu jam, hari, dan seterusnya. Hasan Al Bashri pernah berkata: "Wahai Bani Adam! Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari-hari. Ketika hari telah berlalu,maka berlalu pulalah sebahagian dari dirimu"
Diantara sebab terpenting dari suksesnya para pendahulu kita dalam menapaki segala tantangan dan rintangan yang menghadang adalah kedisiplinan mereka mengisi waktu dengan menginterospeksi setiap detik yang berlalu. Lebih-lebih terhadap menit, jam ataupun hari. Maka pantaslah jika mereka (umat Islam saat Rasulullah masih hidup) menyandang gelar "Khoirul Ummah" (sebaik-baik generasi).
Demikian agungnya makna waktu dalam kehidupan manusia. Rosulullah SAW telah bersabda : "Tidaklah akan berpindah Kaki seorang hamba pada hari kiamat, sampai ia ditanya Tentang empat perkara. Tentang umurnya, bagaimana ia menghabiskannya, tentang jasadnya, bagaimana ia mempergunakannya tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan kemana ia menghabiskannya, dan tentang ilmunya, bagaimana ia mengamalkannya. (Ad Darimi: 538)
Manusia akan mempertanggungjawabkan sekecil apapun persoalannya di dunia ini. Maka sungguh mengherankan, bagaimana jam, hari dan tahun berlalu dengan sia-sia. Ibnu Mas'ud berkata: "Saya sangat membenci sekali, jika melihat seseorang yang leha-leha, tidak mengerjakan amalan untuk dunianya maupun untuk akhiratnya."
Begitulah para salaf ash sholih, mereka selalu mengisi umurnya dengan tekun, baik dengan perkara dien ataupun dunia, tanpa letih dan jemu. Waktu yang terkait dengan tujuan penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT."Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Adz. Dzariyat :56).
Ibadah kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan penjagaan terhadap waktu. Jika seorang hamba memahami makna ibadah dan tujuan penciptaan makhluk, maka sudah pasti ia akan memahami pentingnya waktu. Dan jika waktu adalah barang yang berharga bagi orang yang berakal, itu tak lain karena waktu adalah umur manusia, sebuah kehidupan yang dimulai ketika saat kelahiran dan berakhir hingga detik-detik menjelang ajal.

Sunday, November 4, 2007

CSR, SEBUAH KEHARUSAN BAGI DUNIA USAHA

PENDAHULUAN
Semenjak keruntuhan rezim diktator Orde Baru, masyarakat semakin berani untuk beraspirasi dan mengekspresikan tuntutannya terhadap dunia bisnis Indonesia. Masyarakat telah semakin kritis dan mampu melakukan filterisasi terhadap dunia usaha.
Hal ini menuntut para pelaku bisnis untuk menjalankan usahanya dengan semakin bertanggungjawab. Pelaku bisnis tidak hanya dituntut untuk memperoleh capital gain atau profit dari lapangan usahanya, melainkan mereka juga diminta untuk memberikan kontribusi, baik materiil maupun spirituil kepada masyarakat dan pemerintah.
Belakangan ini bersama dengan tampilnya etika bisnis, orang mulai menyadari adanya keterkaitan antara nilai-nilai spiritualitas dengan keberlanjutan dan perkembangan sebuah usaha. Dalam konteks spiritual bisnis, bisnis bukan hanya semata-mata persoalan memaksimalkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Tapi bagaimana bisnis yang dijalankan bisa memberikan keuntungan dan keberkahan kepada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sehingga pada prakteknya sebuah usaha melakukan langkah-langkah yang harmonis dengan seluruh partisipan dan lingkungan tempat perusahaan berada. Singkatnya, para insan bisnis harus sadar akan nilai-nilai pragmatik nilai-nilai (the pragmatic value of values) yang pada masa lalu, nilai-nilai (values) dianggap sebagai sesuatu yang dikotomis dengan pengelolaan perusahaan.
Dalam konteks ini, bisnis bukan hanya semata-mata persoalan memaksimalkan keuntungan bagi pemilik perusahaan. Tapi bagaimana bisnis yang dijalankan bisa mendatangkan keuntungan yang maksimum bagi pemilik perusahaan yang didapatkan dan dicapai dengan cara lebih memanusiakan manusia, dan melakukan langkah-langkah yang harmonis dengan seluruh stakeholder. Lebih dari itu, belakangan ini banyak ahli bisnis merasa telah menemukan cukup kasus yang mengungkapkan bukti-bukti bahwa bisnis yang tidak etis pada jangka panjang menyimpan faktor-faktor yang menghancurkan dirinya sendiri. Adapun perusahaan-perusahaan yang sangat mementingkan etika tetap langgeng dan berkembang hingga kini.
Di Indonesia, perusahaan pertambangan Freeport di Papua kerap dikecam dengan tuduhan perusakan lingkungan. Sedangkan, perusahaan sepatu Nike sering dituduh menggunakan buruh anak-anak, di pabrik-pabriknya yang berlokasi di negara berkembang. Masih ada segudang contoh lagi, yang tak dapat disebutkan satu-persatu.
Citra perusahaan yang buruk, yang sering dimunculkan di media massa, jelas tidak mendukung kelancaran operasional perusahaan dan bersifat kontra-produktif terhadap upaya peningkatan produktivitas dan keuntungan. Kini semakin diakui bahwa perusahaan, sebagai pelaku bisnis, tidak akan bisa terus berkembang, jika menutup mata atau tak mau tahu dengan situasi dan kondisi lingkungan sosial tempat ia hidup.
Dalam kaitan itulah, penerapan CSR dipandang sebagai sebuah keharusan. CSR bukan saja sebagai tanggung jawab, tetapi juga sebuah kewajiban. CSR adalah suatu peran bisnis dan harus menjadi bagian dari kebijakan bisnis. Maka, bisnis tidak hanya mengurus permasalahan laba, tapi juga sebagai sebuah institusi pembelajaran. Bisnis harus mengandung kesadaran sosial terhadap lingkungan sekitar.

DEFINISI CSR
Ada banyak ragam penafsiran tentang CSR. Salah satunya melihat CSR sebagai komitmen yang berkesinambungan dari kalangan bisnis untuk berperilaku secara etis dan memberi kontribusi bagi perkembangan ekonomi seraya meningkatkan kualitas kehidupan dari karyawan dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya. (CSR: Meeting Changing Expectations, 1999).
Menurut The World Business Council For Sustainable Development (WBCSD) in Fox, et al (2002), definisi CSR adalah “corporate social responsibility is the continuing commitment by business to be have ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large”, yaitu komitmen bisnis untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan, bekerja dengan para karyawan perusahaan, keluarga karyawan tersebut, berikut komuniti-komuniti setempat (lokal) dan masyarakat secara keseluruhan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan. Peningkatan kualitas kehidupan mempunyai arti adanya kemampuan manusia sebagai individu anggota masyarakat untuk dapat menanggapi keadaan social yang ada dan dapat menikmati serta memanfaatkan lingkungan hidup termasuk perubahan-perubahan yang ada sekaligus memelihara.
Berdasarkan pada Trinidad and Tobago Bureau of Standards (TTBS) menyatakan bahwa CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarga, komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.
Sedangkan Teguh Sripambudi (Puspensos, 2005:18) mengemukakan pengertian CSR dalam versi Word Bank, dimana CSR adalah komitmen dunia usaha untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan bekerjasama dengan tenaga kerja dan organisasi representasinya, dengan masyarakat lokal dan dengan masyarakat dalam lingkup yang lebih luas, untuk memperbaiki kualitas hidup dengan cara yang menguntungkan kedua belah pihak baik untuk dunia usaha maupun untuk pembangunan

FAKTA PENERAPAN CSR DI INDONESIA
Seiring dengan perkembangan isu lingkungan global, konsep dan aplikasi CSR semakin berkembang, termasuk di Indonesia. CSR tidak semata menjadi kewajiban sosial perusahaan, namun juga dikaitkan sebagai konsep pengembangan yang berkelanjutan (sustainable development).
Sayangnya, dikarenakan belum adanya aturan baku dan pemahaman yang sama tentang pemberdayaan masyarakat, sebagian besar korporasi di Indonesia belum menjalankan prinsip-prinsip CSR yang sesungguhnya.
Meneg Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar mengatakan kepedulian industri di Indonesia terhadap fungsi tanggung jawab sosialnya (CSR) parah karena kurang dari 50 persen yang menerapkan program CSR terutama di bidang lingkungan.
Meskipun CSR di Indonesia bukan lagi sebatas wacana, namun yang terjadi sesunguhnya kebanyakan baru sebatas pada fenomena “CSR Peduli”, yaitu aktivitas reaktif dan latah dengan membuka posko peduli atau berduyun-duyun membagikan paket bantuan sembako dan memberi layanan kesehatan di wilayah bencana. Tentu saja dengan kampanye iklan di media massa dengan harapan mendapatkan citra positif perusahaan. Kegiatan Public Relations seperti ini memang tidak menyalahi prinsip solidaritas kemanusiaan tetapi menjadi aktivitas simbolis belaka dalam konteks CSR. Fenomena CSR Peduli ini ibarat orang kaya yang kikir dengan hanya melempar sekeping uang seratus perak pada pengemis yang meratap di gerbang mewah rumahnya.
Fakta lain dari penerapan CSR oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia ternyata sebagian besar masih dilatarbelakangi oleh upaya untuk meredam konflik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, seperti misalnya yang terjadi di Papua oleh PT. Freeport. “Motif meredam konflik seperti ini, tentu tidak akan memungkinkan upaya pemberdayaan masyarakat untuk dilakukan secara komprehensif. Banyak kasus menunjukkan bahwa realisasi program pembangunan masyarakat (community Development) yang dilakukan dengan motif seperti ini, dilakukan secara parsial, tidak partisipatif, belum terencana, bersifat elitis dan belum mampu meningkatkan kapasitas masyarakat lokal,”
Beberapa perusahaan memang mampu mengangkat status CSR ke tingkat yang lebih tinggi dengan menjadikannya sebagai bagian dari upaya brand building dan peningkatan corporate image. Namun upaya-upaya CSR tersebut masih jarang yang dijadikan sebagai bagian dari perencanaan strategis perusahaan.
Meskipun demikian, penerapan CSR oleh beberapa perusahaan di Indonesia patut untuk dijadikan contoh bagi perusahaan-perusahaan lainnya. PT. Bogasari, misalnya memiliki program CSR yang terintegrasi dengan strategi perusahaan, melalui pendampingan para pelaku usah mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis terigu. Seperti yang telah kita ketahui, jika mereka adalah konsumen utama dari produk perusahaan ini. Demikian juga dengan PT. Unilever yang memiliki program CSR berupa pendampingan terhadap petani kedelai. Bagi kepentingan petani, adanya program CSR ini berperan dalam meningkatkan kualitas produksi, sekaligus menjamin kelancaran distribusi. Sedangkan bagi Unilever sendiri, hal ini akan menjamin pasokan bahan baku untuk setiap produksi mereka yang berbasis kedelai, seperti kecap Bango, yang telah menjadi salah satu andalan produknya.
Penerapan CSR oleh beberapa perusahaan diatas membuktikan bahwa CSR apabila dilakukan secara sungguh-sungguh, terencana dan terimplementasi dengan baik akan berimbas pada bukan hanya pada citra/image perusahaan dimata masyarakat, akan tetapi lebih daripada itu, juga merupakan simbiosis mutualisme antara perusahaan dengan masyarakat.

KESIMPULAN
Penerapan CSR seharusnya tidak hanya bergerak dalam aspek philantropy, melainkan harus merambat naik ke tingkat pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment) dan harus merupakan salah satu bagian policy dari pihak manajemen perusahaan. Dalam hal ini, dunia usaha harus dapat mencontoh perusahaan-perusahaan yang sudah terlebih dahulu melaksanakan program CSR dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.
Terlepas dari banyaknya nada-nada sumbang tentang wacana philantropy perusahaan-perusahaan swasta ini dan banyaknya motif-motif yang mendorong sebuah perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab sosialnya, CSR merupakan sebuah potensi besar dana non-pemerintah yang harus kita dukung sebagai embrio transformasi menuju kemandirian masyarakat. Kalau bisa kita optimalkan baik dari sisi pengalokasian dana maupun dalam proses pendayagunaannya bisa menjadi salah satu solusi alternatif bagi penyelesaian permasalahan kemiskinan yang ada di masyarakat.
CSR juga bisa menjadi jembatan antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Sehingga hubungan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungannya bisa berjalan dengan lebih baik, lebih harmonis dan saling menguntungkan.